Minggu, 24 Juni 2012

MY STORY : EARTH DAY



Bumi adalah planet yang kaya dengan sumber kehidupan. Penghuninya menggunakan sumber daya untuk tetap bertahan hidup. Zaman makin berkembang,manusia terus menemukan inovasi yang dapat memudahkan pekerjaan mereka. Inovasi di berbagai bidang,khususnya di bidang teknologi. Namun lama kelamaan,hal itu menyebabkan kerusakan pada alam. Hutan-hutan makin gundul,air bersih makin sulit diperoleh, dan bencana alam makin sering terjadi. Hal ini telah dirasakan hampir di seluruh belahan bumi.
Setiap Negara  terus memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini. Saat itu,perbedaan derajat antara Negara-negara maju dengan Negara lain sangatlah terlihat. Negara-negara maju merasa,merekalah  yang lebih pantas mendapatkan sumber daya alam. Hal ini terbukti dengan cara mereka mengatasi masalah tersebut. Mereka sepakat untuk bekerja sama dan saling membantu untuk menjajah dan merampas sumber daya dari Negara lain (kecuali Negara-negara maju). Mereka mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya cara agar bisa bertahan hidup.
Namun tidak dengan Negara Sparkle,Negara ini satu-satunya Negara maju yang menolak kesepakatan itu,dengan alasan “ini sama saja merampas hak orang lain. Kami Negara Sparkle tidak akan bersenang-senang di atas penderitan orang lain”. Hal ini menyebabkan Negara Sparkle diasingkan oleh Negara-negara maju lainnya.


Negara Sparkle dipimpin oleh seorang raja yang baik,bijaksana, dan sangat peduli dengan lingkungan. Karena itulah,Negara Sparkle masih sangat rimbun. Hutan-hutan masih lebat,air dan udara masih bersih serta alamnya masih sangat indah dan terawat. Rakyatnya hidup dengan makmur. Mereka selalu mengajarkan untuk cinta kepada lingkungannya. Memang  Negara Sparkle masih sangat rimbun. Namun,hal itu tidak menyebabkan Negara Sparkle terhindar dari bencana. Negara Sparkle masih sering terkena bencana seperti Negara-negara lain. Contohnya,bencana yang sangat sering terjadi yaitu banjir dan tsunami.
Memang,masalah ini hanya bisa diselesaikan jika ada persatuan dengan Negara-negara lain. Namun sangatlah sulit untuk menumbuhkan kesadaran akan kecintaan terhadap alam. Hanya beberapa Negara saja yang telah menyadarinya. Tetapi Negara Sparkle tidak pernah menyerah,mereka mengatakan “jika kata-kata tak bisa menyadarkan kalian,biarlah sikap dan perilaku kami yang menyadarkan kalian”.
Negara Sparkle terus berusaha mengolah sendiri  sumber dayanya  tanpa harus merusak lingkungan.Negara Sparkle memang terkenal dengan Ekspor hasil pangan dan tekstilnya,berbeda dengan Negara-negara maju lainnya yang lebih mengandalkan hasil tambang.


Hari demi hari terus berganti,Negara Sparkle tetap teguh dengan pendiriannya. Mereka sangatlah mandiri. Hal itu ditunjukkan oleh sikap mereka yang tidak suka bergantung dengan Negara lain. Di saat Negara-negara maju lainnya merampas milik orang lain,mereka tetap berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri.
Berbagai cara telah mereka lakukan untuk mencegah datangnya bencana.Namun takdir berkata lain,tsunami dahsyat menerjang Negara Sparkle. Tsunami itu menyebabkan Negara Sparkle hancur. Tanaman-tanaman rusak,rumah-rumah hancur dan air bersih tercemar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun hal ini menyebabkan kelangkaan sumber daya di Negara Sparkle.
Kini mereka tinggal bersama di pengungsian. Hari terus berlalu,Negara Sparkle mulai kekurangan sumber pangan. Banyak rakyat yang terserang penyakit. Hal ini menyebabkan raja menjadi bingung. Ia bingung harus berbuat apa,melihat kondisi rakyatnya yang semakin mengenaskan. Tidak ada bantuan yang datang dari Negara lain.
Negara-negara maju lainnya memang sengaja tidak membantu. Mereka ingin Negara Sparkle merasakan penyesalan karena tidak menggunakan cara yang mereka sepakati. Hal itu terbukti dari surat yang mereka berikan kepada raja Negara Sparkle. Mereka mengatakan “rasakan hasil dari kesombongan kalian. Ini bukan salah kami,kalian sendiri yang telah memutuskannya”. Memang kata-katanya sangat menyakitkan,namun raja

tidak pernah menanggapinya. Ia lebih memilih memikirkan urusan rakyatnya daripada menanggapi surat yang tidak penting itu.
Suatu hari raja tengah duduk menyendiri di atas batu yang besar. Ia terus memikirkan nasib rakyatnya. Pernah sesekali ia berfikir untuk menyerah. Namun ia mengurungkan niatnya karena seorang anak kecil yang sangat polos. Anak itu mendekatinya dan memberikan setangkai mawar kepadanya. Ia mengatakan “Raja,ini mawar yang ku petik dari taman. Mawarnya sangat indah bukan ? Aku berharap Negara ini bisa seperti dulu,banyak taman yang indah. Apa raja bisa mewujudkannya ? jika butuh bantuan,aku siap membantu”. Raja terharu mendengar kata-kata darinya dan menjawab “pasti…,pasti raja akan membuat Negara ini seperti dulu bahkan lebih indah dari yang dulu”.
Raja merasa sangat malu,kenapa ia bisa semudah itu menyerah padahal rakyat membutuhkannya. Sejak saat itu,raja menjadi semangat untuk kembali bangkit membangun Negara Sparkle. Raja mengumpulkan rakyatnya dan bekerjasama membangun Negara. Hal pertama yang mereka lakukan yaitu membersihkan Negara Sparkle dari puing-puing bangunan yang telah hancur. Kemudian mereka mengumpulkan harta yang masih berharga untuk dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli persediaan pangan dan obat-obatan serta membeli bibit tanaman baru.
 Mereka mulai menanam satu per satu pohon dan tanaman pangan lainnya. Satu tahun berlalu,mereka mulai merasakan hasil dari kerja kerasnya. Mereka dapat mendirikan rumah-rumah  sederhana untuk mereka tinggali. Beberapa tahun kemudian,keadaan kembali pulih. Mereka sudah dapat melakukan aktivitas seperti dulu. Negara Sparkle yang sekarang,jauh lebih maju dan lebih indah dari yang dulu. Ini semua berkat kerja keras mereka selama ini.
Mendengar hal itu,Negara-negara maju lainnya terkejut. Mereka tak menyangka Negara Sparkle dapat pulih kembali hanya dalam beberapa tahun. Mereka memang tahu bahwa Negara Sparkle dapat melakukan hal itu karena kerja keras dan kecintaan mereka terhadap alam. Namun hal itu tidak membuat mereka sadar,mereka tetap mempertahankan cara mereka. Mereka sangat mengandalkan benteng yang mereka buat,Benteng besar yang mengelilingi Negara mereka untuk menghindari tsunami yang datang.
Memang benteng itu berguna,namun tak mungkin benteng itu dapat melindungi mereka selamanya. Suatu hari tsunami besar menerjang Negara tersebut. Tsunami itu mengakibatkan benteng runtuh sehingga Negara itu hancur. Mendengar berita itu,Negara Sparkle tidak tinggal diam. Dengan cepat mereka mengirimkan bantuan. Mereka tidak pernah berfikir untuk balas dendam.
Saat ditanya kenapa mereka tidak pernah balas dendam,mereka menjawab “Balas dendam tidak ada gunanya,tak akan bisa menyelesaikan masalah. Bukankah kita hidup bersama di dunia ini ? sudah sepantasnya kita saling membantu” . Hal itu membuat sebagian besar Negara sadar akan pentingnya persatuan. Akhirnya merekapun sepakat untuk mendukung rencana Negara Sparkle.

Suatu hari diadakan rapat yang membahas nasib bumi kelak. Rapat itu dihadiri oleh pemimpin dari masing-masing Negara di dunia. Dalam rapat tersebut,Negara Sparkle mengajak semua Negara di dunia untuk merubah bumi ini menjadi seperti dahulu. Bumi yang masih sehat,indah,dan rimbun. Banyak yang setuju dengan ajakan Negara Sparkle. Namun,ada beberapa Negara yang menolaknya. Mendengar pepimpinnya menolak ajakan itu,banyak rakyatnya melakukan unjuk rasa,mereka bilang “kami tidak butuh pemimpin yang egois. Kami hanya butuh pemimpin yang peduli dengan nasib kami. Kami tidak bisa hidup seperti ini,kami butuh perubahan”
Karena banyaknya kontroversi dari rakyat,akhirnya merekapun setuju dengan ajakan tersebut. Negara Sparkle mengatakan ”hal pertama yang harus kalian lakukan adalah melepaskan Negara-negara yang kalian jajah. Karena jika masih ada penjajahan maka rencana kita untuk mengembalikan bumi seperti semula tidak akan berhasil. Sebab hal ini membutuhkan persatuan dari seluruh Negara”. Memang berat untuk mereka,namun akhirnya mereka menuruti apa yang dikatakan Negara Sparkle.
Keesokan harinya,mereka mulai melakukan rencana mereka. Dengan didukung oleh seluruh rakyat dari masing-masing Negara,mereka menyiapkan bibit-bibit tanaman lalu menanamnya secara serentak. Ini sangat luar biasa, semua orang saling membantu dan bekerja sama untuk menyelamatkan bumi dan kehidupan mereka. Banyak yang mengatakan ” inilah earth day yang sesungguhnya”. Mereka sangat gembira karena dapat berpartisipasi dalam rencana penyelamatan bumi. Mereka percaya, jika mereka melindungi bumi maka bumi juga akan melindungi mereka.
Hari terus berlalu, mereka terus berusaha untuk membuat bumi lebih baik. Banyak inovasi yang mereka temukan. Inovasi yang memudahkan hidup mereka,namun tidak mencemari lingkungan. Tidak hanya itu,kini mereka memperketat peraturan tentang lingkungan hidup. Mereka selalu mengawasi mengenai pengelolaan sumber daya alam. Mereka tak ingin bumi mereka kembali hancur.
Beberapa tahun kemudian, bumi menjadi sangat indah dan rimbun. Ini semua berkat kerja keras seluruh rakyat. Kini mereka hidup dengan damai, tak ada lagi perbedaan derajat antara Negara maju dengan negara lain,tak ada lagi rasa takut akan bencana dan tak ada lagi persaingan yang tidak sehat antar negara. Kini mereka hidup di bumi dengan bahagia …


                                                     ~THE END~

                                                                                                                       by: Khumairoh




Tidak ada komentar:

:hi :-) :*) :ok :s) :D :o) :thx
:B) :)) J:) :-J :x :(( :| :(
:iq :# :? #-o :@ J:P :o :-o

Posting Komentar