Senin, 25 November 2013

ANTARA HIDUP DAN PILIHAN




            Suatu hari, tinggal seorang gadis bernama Lisa. Ia adalah seorang gadis yang cerdas, rajin dan jujur. Tepat tiga tahun yang lalu, keluarganya diguncang masalah besar yang membuat orang tuanya berpisah. Kini, ia tinggal bersama ibunya di rumah yang sangat sederhana. Walau hidupnya serba kekurangan, namun ia tetap bersyukur karena mendapatkan beasiswa di sebuah SMA atas prestasi yang telah ia raih semasa SMP. Kini, ia duduk di kelas 1 SMA. Ia berjanji, kesempatan yang ia dapat kali ini tidak akan ia sia-siakan. Karena ia tak mau mengecewakan siapapun termasuk dirinya sendiri atas mimpi  yang ingin ia raih yaitu menjadi seorang jurnalis.
            Hari itu, tepat saat pembagian kelas. Lisa masuk di kelas X2. Ia mendapatkan teman-teman baru dan dengan suasana yang baru. Hari demi hari terus ia lalui, hingga ia menemukan seorang teman yang ia anggap benar-benar cocok dengannya. Ia adalah Rere, teman yang memiliki pola pikir dan impian yang sama dengannya yaitu menjadi seorang jurnalis. Mereka berjanji akan berjuang bersama, gagal bersama, bangkit bersama dan sukses bersama. Namun, persahabatan mereka tidak berjalan mulus. Hari demi hari berlalu, kemampuan lisa semakin terkenal. Apalagi dengan karya sastranya yang berhasil mendapatkan  juara di tingkat nasional. Hal itu membuat rere iri dan benci dengan keberhasilan lisa.
            Suatu hari, lisa mendapatkan tawaran beasiswa penuh di sebuah sekolah sastra yang terkenal. Mendengar hal itu, lisa sangat senang. Lalu ia menceritakan kabar gembira itu kepada rere. Namun, itu membuat rere semakin kesal. Rere bertanya “ apa kau menerima tawaran itu ?” lalu lisa menjawab” itulah yang ingin aku tanyakan padamu. Apa aku harus menerimanya ?” kemudian rere menjawab dengan nada yang sinis “bukankah kau yang mendapat tawaran itu ? lalu kenapa kau bertanya padaku ?” . Mendengar  hal itu, lisapun terkejut. Ia tidak menyangka bila sahabatnya bisa mengatakan itu.
            Keesokan harinya, lisa mendapatkan sebuah surat dari ayahnya. Itulah kali pertama, ayahnya mengirimkan surat dalam dua tahun terakhir. Isi surat itu membuatnya terkejut, karena berisi tentang keinginan ayahnya agar lisa ikut ke Jakarta dan sekolah di sana hingga menjadi seorang dokter. Hal itu membuat lisa semakin bingung. Di sekolah, lisa menceritakan semua masalah pada temannya yang bernama Lili. Karena ia menganggap, rere tidak bisa lagi diajak bicara masalah itu. Lili mengatakan “pilihlah apa yang menjadi keinginanmu. Aku yakin kamu bisa memilih yang terbaik” kata-kata itu membuat lisa sedikit tenang.
             Beberapa hari kemudian, rere menghampiri lisa dan mengatakan “dasar pembohong. Kau menerima tawaran itukan ? apa kau tidak ingat dengan janji kita untuk berjuang, gagal ,bangkit, dan sukses bersama ? dasar penghianat “. Belum sempat dijawab satu katapun, rere langsung pergi. Lisa tak tahu apa yang membuat rere bisa mengatakan itu,padahal ia belum memutuskan apapun. Sampai di rumah, lisa terkejut karena ayahnya ada di sana. Ayahnya memohon agar lisa menerima tawarannya. Lalu lisa diam dan termenung. Ia takut jika salah mengambil keputusan.
           
Beberapa saat kemudian, ibunya datang mendekati lisa. Ia mengatakan “pilihlah sebuah keputusan yang kau anggap tepat karena ini menyangkut masa depanmu”. Dan akhirnya lisa memilih untuk ikut bersama ayahnya, dengan alasan agar tidak ada orang yang tersakiti oleh keputusannya.
            Pagi-pagi di sekolah, lili mengatakan pada rere “dasar orang jahat. Apa kau tidak tahu ? apa yang terjadi dengan lisa ? hari ini dia akan pergi. Dia akan pergi bersama ayahnya ke Jakarta. Ia membuang impiannya agar kau tidak tersakiti. Ia akan sekolah di kedokteran dan meninggalkan dunia sastra. Dan itu salahmu, apa kau tahu ? lisa itu sangat menyayangimu,sangat peduli dengamu. Apa kau tak merasa bersalah disedikitpun ? apa kau menganggap lisa tidak penting ? dasar egois”. Rere terdiam mendengar kata-kata lili dan mengatakan “apa kau serius ? apa ia benar-benar akan pergi ?”. Rere menangis dan langsung pergi ke rumah lisa tanpa berpikir panjang.
            Disana ia bertemu dengan lisa yang hampir pergi dari rumah. Rere memeluk lisa dan mengatakan “lisa, jangan pergi. Maaf, aku terlalu egois. Maaf, aku terlalu jahat. Jujur aku iri padamu. Maafkan aku,jangan buang mimpimu. Terimalah tawaran itu,itulah masa depanmu. Jika kau menolaknya, tidak hanya aku yang tersakiti tapi juga dirimu. Aku mohon jangan pergi, aku ingin kau terus berjuang untuk meraih mimpimu. Aku mohon !” . Sambil menangis, lisa menjawab “terima kasih. Terima kasih telah menjadi sahabatku. Tanpa dukunganmu aku tidak akan seperti ini. Sekali lagi terima kasih”
            Lalu lisa meminta izin kepada ayahnya untuk tidak pergi. Ayahnya pun mengalah karena itulah keputusannya. Akhirnya lisa menerima tawaran di sekolah sastra itu. Rere sangat bahagia melihat lisa semakin hebat  dan ia pun tak mau kalah.  Ia juga terus berjuang untuk meraih impiannya, karena ia yakin suatu hari nanti ia akan menjadi jurnalis yang hebat.
            Sepuluh tahun kemudian tepatnya di sebuah acara bertemakan sastra, lisa bertemu dengan rere. Kini rere telah menjadi jurnalis terkenal sama sepertinya. Rere sangat berterima kasih kepada lisa karena telah memberinya banyak inspirasi dan motivasi, sehingga ia bisa menjadi jurnalis yang hebat. Dari kisah hidupnya, lisa menuliskan sebuah buku berjudul “Antara Hidup Dan Pilihan” yang saat ini telah mendunia.

Tamat


Tidak ada komentar:

:hi :-) :*) :ok :s) :D :o) :thx
:B) :)) J:) :-J :x :(( :| :(
:iq :# :? #-o :@ J:P :o :-o

Posting Komentar